Lombok with Female Radio (and Claudia Kaunang!) on #LovelyIndonesia Day 3

Hari ketiga, tgl 29 September 2015

Hari terakhir liburan di Lombok tapi saya, Mbak Oliv, Mbak CK & Yusa dari Female Radio masih harus mendatangi berbagai objek wisata sebelum kembali ke Jakarta. Di awali dengan kegiatan yg semua kaum Hawa suka, yaitu belanja!

Tapi sebelumnyaaa.. saya berenang di kolam renangnya Kebun Villas & Resort dulu dong. Sok nyoba berenang sampe ujung, tapi gagal 😆 rasanya gak nyampe-nyampe.

DSC_1464

DSC_1461

DCIM102MEDIA

Habis berenang & mandi, saya sarapan dengan menu ala Amerika nih. Toast, sosis, kentang, beef bacon & favorit saya, omelet!

DSC_1468

DSC_1465

20150929_090619
Setelah check out yg agak kesiangan, kami menuju tujuan pertama yaitu Art Market.

20150929_101958

Art Market adalah salah satu pusat oleh-oleh Lombok yg berada di Senggigi, dekat hotel Sheraton. Disini kebanyakan yg dijual adalah kain, pernak pernik, mutiara juga ada.

DSC_1473

DSC_1469

DSC_1471

Disini saya beli kain motif khas Lombok/Bali, dengan harga Rp 30.000/buah. Mbak Oliv yg berhasil nawar murah kaos di Bukit Malimbu rupanya disini gak sukses 😀

20150929_102533

Kalau mau cari oleh-oleh berupa makanan khas, kita bisa ke toko oleh-oleh Amelia. saya beli ikan kering, seperti anak gurame, dengan bumbu pedas & ada kacangnya. Ibu suka banget soalnya. Walaupun, sangat disayangkan toko ini jual kulit ikan hiu 😦

Photo 29-09-15 11.27.29 AM

Photo 29-09-15 11.27.05 AM

Oh ya, pas lagi belanja ini saya sempet ngobrol sama Aldo dari Female Radio buat testimoni on air di radio. Gilirannya Mbak Oliv udah duluan

Lalu kami juga mampir ke pusat oleh-oleh lain namanya Gandrung. Kalau inget Krisna di Bali, nah Gandrung seperti itu. saya beli tas gambar Lombok & gantungan kunci peta Lombok. Harganya standar kok.

Photo 29-09-15 11.00.21 AM

Saya juga bawa pulang Ayam Taliwang untuk orang di rumah, beli 2 porsi karena ayamnya kecil-kecil hihi.. Belinya di Rumah Makan yg ramai banget tapi lupa namanya. Setelah itu kami mampir ke desa pengrajin tembikar, Banyumulek.

Desa Pengrajin Tembikar Banyumulek

Di Desa Banyumulek ini terkenal kerajinan tembikarnya, dibuat dengan bahan dasar tanah liat. Disini kita bisa melihat penduduk lokal sedang membuat tembikar, yg gak cuma pajangan untuk dijadikan oleh-oleh, tapi ada juga anglo, wajan, ceret, piring, guci dan lain-lain.
Kebetulan diajak bikin tembikar bareng nih sama Ibu-ibu disini. Yuk ah!

20150929_125128

20150929_125037

DSC_0345

Saya bikin tempat taruh alat tulis, niatnya kalau sudah dicat mau buat taruh alat fondant kue hehe. Bikin tembikarnya sambil dibantu ibu-ibu disini, jadi hasilnya pasti bagus haha.. Kasih tip Rp 50.000 buat Ibu yg baik hati sudah bantuin 🙂

20150929_130420

DSC_0348

DSC_0346

Seru deh! Jd ada kenang-kenangannya, bikinan sendiri tapi asli dari Lombok.

20150929_131059

20150929_131119

Lalu kami ke tempat pengrajin kain Lomok, namanya Desa Sukarare. Desa Wisata ini menyuguhkan pemandangan Ibu-ibu sendang menenun kain. Bisa menenun itu wajib ya buat para Ibu di Desa Sukarare, jadi merupakan perkerjaan mereka kalau lagi gak membantu suami di sawah. Saya ditawarin mau coba tapi gak deh, takut malah ngerusak pola hehe.

20150929_134538

20150929_133942

20150929_134059

DSC_0353

Kain yg dipegang Mbak CK ini makan waktu 2 bulan pembuatannya, harganya Rp 1.200.000.

DSC_0361

Foto di depan rumah adat.

20150929_134629

20150929_134623
Lanjuuut, sebelum semakin sore. Kami mampir makan sore di Segare Anak Bungalow & Resto.

DSC_0403
Sebelumnya saya sempet tidur di mobil, jadi bangun pas mobil sudah terparkir lalu saya masuk ke restoran. Habis cuci tangan, saya lihat keluar, ternyata di seberang adalah Pantai Kuta Lombok hahahaa…

Nyawa baru ngumpul, baru lihat-lihat sekitar, kena ledek deh 😆

Menu makanan kali ini ada ayam goreng, sayur kangkung, semacam pindang ikan, lalu tentu saja, tahu + tempe & sambal.

Photo 29-09-15 2.52.58 PM

Photo 29-09-15 2.53.13 PM
Setiap makan di Lombok, tahu & tempe gorengnya gak pernah gak enak. Gak bohong.

Sambil makan kami ngobrol, ngomongin Lombok ini. Kalau menurut Mbak CK, Lombok yg sekarang dengan yg ia datangi sekitar 15 tahun lalu belum jauh berbeda. Lombok masih perlu dikembangkan lebih jauh pariwisatanya. Meskipun alamnya bisa sama bagusnya, makanan sama enaknya, tetap gak bisa menyamai Bali. Pantas aja dimana-mana masih sepi, gak semua objek wisata ada pedagangnya. Saya sih berharapnya bisa sama ramainya jadi kalau kemana-mana lebih aman dan percaya diri walaupun solo trip.

20150929_145322

Selesai makan kami foto-foto di Pantai Kuta dulu sebentar..

DSC_0392

20150929_155200

DSC_0387

Karena sudah sore, air di pantai sudah surut. tapi kalau datang pagi menjelang siang, air akan naik & kita bisa surfing sebenarnya walaupun perlu menjemput ombak disana dengan perahu.

DCIM102MEDIA

DCIM102MEDIA

Photo 29-09-15 3.54.56 PM

Selanjutnya kami mampir ke Dusun Sade Suku Sasak Lombok, suku asli Lombok.

20150929_164002

Dusun Sade sudah dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak dan sampai di telinga wisatawan yang datang ke Lombok. Dinas Pariwisata setempat memang menjadikan Sade sebagai desa wisata karena keunikan Desa Sade dan suku Sasak yang jadi penghuninya.

Yang unik dari dusun ini adalah, walaupun letaknya persis di samping jalan raya, penduduk Desa Sade Lombok ini masih berpegang teguh menjaga keaslian desa. Walaupun listrik sudah masuk ke sana, Desa Sade masih menyuguhkan suasana perkampungan asli pribumi Lombok.

DSC_0421
Dilihat dari bangunan rumahnya, masih tradisional banget. Atapnya dari ijuk, tiang atapnya pakai bambu, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah. kalau foto ini rumahnya sudah beralaskan semen. Rumah ini menjadi rumah contoh untuk wisatawan coba masuk melihat seperti apa rumah asli Suku Sasak. Menurut pemandu, ada 150 Kepala Keluarga disini.

DSC_0405

20150929_162644

DSC_0407

DSC_0413

Para wanita disini juga bekerja sebagai penenun kain. Hasil tenunnya mereka tawarkan ke wisatawan yg datang, gak sedikit rupanya kain yg dihasilkan. Dilihat dari banyaknya kain yg dijereng hampir tiap sudut desa.

DSC_0411

20150929_162739

Ini difoto sama pemandu Dusun Sade lho, sebelum kami menyebrang ke mobil 🙂

20150929_163856

20150929_163927

Dari Dusun Sade ini kami menuju Bandara Internasional Lombok untuk terbang ke Jakarta.  Sambil menunggu waktu boarding, kami duduk-duduk dulu sambil ngopi di coffee shop bandara.

20150929_173039

Jam menunjukan jam 19.10, waktunya boarding & kami naik ke pesawat. Jam 19.40 pesawat Garuda Indonesia membawa kami kembali ke Jakarta.  Tiba di Bandara Soekarno-Hatta kami berpisah & menuju rumah masing-masing, saya diantar driver Female Radio.

Berakhir sudah trip saya bersama Female Radio & Claudia Kaunang. Rasanya bersyukur banget! Walaupun kulit kembali gosong, leher gatel-gatel, berat badan nambah, bawa-bawa vas tanah liat sampai diliatin pramugrari yang bilang “terima kasih, selamat jalan” tapi matanya ke vas bukan ke saya, saya senang sekali.

Semoga Female Radio sering bikin kuis jalan-jalan ya, dengan begitu pendengarnya semakin banyak. Apalagi traveling udah jadi gaya hidup, bukan sekedar hiburan. Dan saya akan terus traveling, seperti mbak CK bilang 🙂
Terima kasih sekali lagi, Female Radio sudah mewujudkan impian saya buat jalan-jalan di Lombok & Gili Trawangan.
Terima kasih Mbak Claudia Kaunang, akhiiiirrrnyaaa trip bareng CK euy! Kalau ada kesempatan, saya bakal ikut #TripBarengCK keluar negri yaaa 🙂
Terima kasih buat Yusa yg sudah nyimpenin vas yg ketinggalan di mobil (huhu..) & kasih sedikit dokumentasinya buat saya posting disini.

Ini dokumentasi di Youtube Female Radio untuk hari kedua & ketiga trip kami ke Lombok.

Tambahan
Sedikit review dari Green Chili, tour & travel yg ngajak kami keliling Lombok. Mas Pemandunya baiiik banget & suka ngelucu. Tiap saya turun dari mobil (agak susah karena duduk paling belakang), Masnya selalu bilang “hati-hati”, gak pernah enggak.
Kalau kita menyebrang ke Gili, mereka sediain cool box buat kita bawa minum lho. Cool box-nya juga Mas Supirnya yg gendongin 😀
Sempat ngobrol soal bawa motor keliling Lombok, katanya asalkan jangan nyetir sendiri setelah jam 21.00, Lombok bisa kita jelajahi keindahannya.
Buat yg mau tur keliling Lombok, langsung kontak Green Chili Travel di http://www.greenchilitravel.com

Video versi saya akan diposting terpisah yaa.. Selamat jalan-jalan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s