What If

I don’t even know where to start..

Masih ingat betul 3 hari sebelum Ibu berpulang, saya masih mengantarnya ke RS untuk kontrol ke poli bedah vaskuler. Sambil menunggu Kakak saya yg ketiga menyusul, kami duduk di cafetaria yang sore itu sepi. Karena sepi, cafetaria terasa dingin. Saya menyantap mie ayam yg rasanya biasa banget sementara Ibu menyeruput teh. Teh yg Ibu minum membuatnya terbatuk, kemudian memuntahkan makanan td siang yg udah susah payah dikunyah.

Ya Allah..

Rasanya terlalu cepat. Dari masuk IGD, didiagnosa gagal ginjal, sampai berpulang itu cuma 1 bulan kurang 2 hari. Ya, 28 hari Ibu menderita, lalu dipanggil Allah SWT. Padahal Alm. Bapak aja bertahan 3 tahun, Almh. Oma juga bertahan 2 tahun dengan penyakit yang sama 😦

Tiap ingat hari-hari ngerawat Ibu rasanya sedih.. sesal.. sebal sama diri sendiri. Kenapa gak lebih “galak” lagi nyuruh Ibu minum obat. Kenapa gak lebih sabar & nyemangatin Ibu lagi biar rajin makannya.

Ingat waktu saya posting tentang Fish Treat & Martabak, itu sambil jagain Almh. Ibu di rumah makanya belinya hanya bisa dengan Go-Food. Lalu ingat di malam itu (21/04) di IGD RS saya sempet bilang, “Bu, semangat ya. Kan katanya mau ketemu Nala (cucu dari Abang saya)”. Selalu menangis tiap ingat menit-menit terakhir Ibu di RS. Bagaimana mukanya, bagaimana suaranya. Segala upaya dokter telah dilakukan bahkan dalam waktu yg cukup lama. Namun Allah SWT berkehendak lain.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.. Ibu kami, Ibu Evie Hakim kemudian berpulang pada jam 23.20.

Kadang dalam tangisan gak cuma ada sedih, tp juga penyesalan. Penyesalan disertai kata “seandainya”, “kalau aja”, “coba kalo waktu itu” dan seterusnya. Gak akan habis sampai akhirnya membuat saya sadar, bahwa waktu gak akan pernah cukup untuk kita habiskan bersama orang yg kita sayang.
Kalau kuat, saya harus kuat. Tabah, lambat laun bisa. Tapi ikhlas? Mungkin karena tersisa rasa sesal yang berkepanjangan ini.

Ah, rasanya sejak saat itu saya lupa caranya menahan nangis itu bagaimana.

Kemarin (21/06) tepat 2 bulan Ibu kami berpulang. Hanya kenangan yg tersisa. Doaku akan selalu ada untukmu, Ibu, dalam tiap sujudku. Bahkan tiap sebelum tidur, kupejamkan mata & berdoa untukmu. Walaupun tetesan air mata masih turun ke pipi.

me & Ibu on my 5th birthday
me & Ibu on my 5th birthday

 

kami suka banget main air
“seragaman” rok
bersama Ibu nganterin Almh. Oma USG kaki
bersama Ibu nganterin Almh. Oma USG kaki
bikinin Ombre Cake pas Ibu ultah, sekalian dibawa kumpul bareng Geng SMA beliau
bikinin Ombre Cake pas Ibu ulang tahun beberapa tahun lalu, sekalian dibawa kumpul bareng Geng SMA beliau

 

@ TIZI Bandung
@ RM Pare Anyar
@ RM Pare Anyar

 

Alhamdulillah Ibu sempat umroh
Alhamdulillah Ibu sempat umroh
Seragaman tapi yg bahannya paling enak cuma Ibu
Seragaman tapi yg bahannya paling enak cuma Ibu
Lebaran terakhir bareng Oma & Ibu
Lebaran terakhir bareng Oma & Ibu. (Agustus 2015)
Ibu bareng Syanala (Nala), cucu beliau dari Abang saya, saat 40 harian wafatnya Almh. Oma (Februari 2016)

 

wefie wajib kalo ke mall
wefie itu semacam “keharusan” kalo ke mall

Photo 22-06-16 9.40.09 AM

@ AEON Mall
@ AEON Mall

Photo 22-06-16 9.41.20 AM

Imlekan di Mall
Imlek 2016 @ Summarecon Mall Serpong (merah-merah), terakhir nge-mall dengan formasi lengkap
sempat pulang sekitar hampir 2 minggu. lagi duduk santai, ada Unagi yg seneng banget deket kaki Ibu
sempat pulang sekitar hampir 2 minggu. lagi duduk santai, ada Unagi yg seneng banget deket kaki Ibu

Kata orang Ibu sekarang sudah berada di tempat yg lebih baik tanpa merasakan sakit lagi.

Kalau kata orang lambat laun saya akan lebih baik, mungkin yg benar hanya akan terbiasa. Karena kehilangan orang tua tidak akan pernah lebih baik daripada saat mereka masih ada.

14 Mei lalu juga bertepatan sama 13 tahun Bapak saya berpulang. Well, setidaknya Bapak gak lagi sendiri, sudah ada Ibu yg menemaninya disana. Itu yg saya percaya.

Photo 22-04-16 11.45.22 PM

memperingati 40 hari wafatnya Almh. Ibu Evie Hakim (04/06)
memperingati 40 hari wafatnya Almh. Ibu Evie Hakim (04/06)

DSC_0230

DSC_0231

paket sembako & sajadah + yasin
paket sembako & sajadah + yasin

 

Semoga Allah senantiasa mengampuni semua dosa, melapangkan kubur, menerima amal & ibadah serta menempatkan Ibu & Bapak di tempat mulia milik Allah SWT.

Semoga seluruh air mata dan butir keringat saat merawat anak-anakmu, saat mencari nafkah untuk anak-anakmu mengalir menjadi sungai deras penghapus segala dosa Bapak & Ibu.

Photo 14-08-15 11.52.41 PM

Alloohummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa..

I LOVE YOU, BAPAK.. I LOVE YOU, IBU..
Seandainya memeluk kalian semudah & sebebas mengucap “I Love You” sampai kapan pun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s