Asal Muasal #asthierfantrip 20 Hari Traveling Jawa – Bali dan Persiapannya

1 tahun! 1 tahun, ya Tuhaaan.. kemana aja saya selama ini? mentang-mentang gak menang kuis, isi blog jadi males :p Jadi ceritanya sibuk, sibuk bikin kue… lalu memakannya #eh?! 😕 masih berkecimpung di dunia baking, dan masih doyan banget makan kok. cuma gak di review disini karena saudara-saudara, tempat yg saya makan kebanyakan sudah ada yg review dan bukan tempat makan baru. jadi agak mainstream saya ini. Sebenarnya bulan Februari kemaren sempet traveling juga, ke Pulau Belitung. cuma terlambat yah kalau mau posting ceritanya disini? ah, nanti coba diposting deh. sementara saya mau berbagi cerita long trip yg baru saya selesaikan saja ya.. ya ya?

AWALNYA…

Judulnya ada hashtag-nya, #asthierfantrip. karena saya jalan-jalannya memang sama Erfan. siapa dia? Iya, dia adalah pasangan saya udah dari hampir 7 tahun lalu. awalnya kami dapat inspirasi dari temen orang Perancis yang tahun lalu main ke Jakarta. dan karena batas visanya masih panjang, Celia, namanya jalan-jalan sekalian ke kota lain di Indonesia. Celia waktu di Jakarta kenalan sama temen sekamarnya, Jenni, yang dari Jakarta lanjut trip ke Jawa Tengah, Timur lalu nyebrang ke Bali. karena Celia hanya trip sampai Bandung lalu ke Medan, mereka berpisah. Begitu Celia balik ke Perancis, gue dapet kabar dia akan magang di Korea! wuih.. kami berdua iri sekali sama mereka berdua, karena waktu ngobrol, kerjaan Jenni adalah pelayan. yep, waitresses! tapi kemudian menimbulkan pertanyaan waktu kami lagi kerja, “kenapa mereka bisa? kenapa kita gak bisa? jalan-jalan keliling Indonesia. atau kayak Jenni dulu deh, sepulau Jawa lalu nyebrang ke Bali..” (sambil ngulenin fondant)

Kemudian Pacar menjawab, “kan dia mata uangnya Euro… ke Indonesia mah gampang banget, apa-apa murah dibanding di kampungnya.”
“Hei! kita bisa dong, kayak Celia. jalan-jalan dalam waktu yg lama, ke beberapa kota bahkan pulau sekaligus. kenapa enggak? jadi kayak bule-bule gitu, backpacker-an sambil clingak-clinguk di pinggir jalan.”

Jadilah kami mulai menyusun jadwal dan tujuan perjalanan panjang ini. Trip Jawa – Bali, kami nyebutnya. Gimana aja caranya? Ini saya bagi beberapa tips berdasarkan pengalaman saya kemarin. Saya jadikan poin-poin di bawah ini ya, biar lebih enak bacanya

TIPS PERSIAPAN TRAVELING DALAM WAKTU LAMA

asthierfantrip

  1.  Tentukan Rute Perjalanan.
    Kita ak bisa pergi tanpa tau mau kemana. Well, bisa sih, tp at least tau negara atau kota dimana akan kita daratkan kaki disitu kan. rencana trip Jawa – Bali ini sudah saya & Pacar rencanakan dari tahun lalu. kami putuskan untuk ke kota (di Jawa) Semarang, Yogyakarta, Malang, Banyuwangi baru setelah itu menyebrang ke Bali. tadinya Bandung masuk dalam itinerary, tapi pertimbangannya adalah terlalu dekat (ih gaya) dan saya punya sahabat dari lahir yg dulunya tetangga beda 2 rumah dan sekarang tinggal di Tegal. jadilah Tegal kami masukin jadi kota awal memulai perjalanan panjang ini. Total perjalanan kami adalah 20 hari, termasuk hari berangkat dari Jakarta dan pulang sampai Jakarta lagi. lama memang, oleh karena itu kami lanjut ke poin di bawah ini.
  2. Susun Jadwal Perjalanan alias Itinerary dan Perhitungkan Budget.
    Rincikan jadwal perjalanan kita termasuk estimasi biayanya selama trip. Kita sekarang udah bisa dengan bebas akses informasi tentang objek wisata di internet. Jadi jauh sebelum berangkatnya kita sudah bisa tau berapa budget yg akan dikeluarkan. Saya sendiri yg susun dan ketik di laptop itinerary kami sekaligus sama perkiraan pengeluaran. Ketika udah beres, Erfan bertugas untuk cek ulang sambil bikin waypoint di Navitel.
    Biaya transportasi, sewa motor, biaya masuk objek wisata, harga makan, termasuk biaya laundry harus masuk daftar. Jangan lupa tambah 15-25% dari budget di tiap kota, in case kita butuh biaya cadangan (tak terduga). Kami yg tukang makan ini memutuskan trip ini bukan hanya mengincar objek wisata, tapi juga harus nyobain kuliner makanan khas kota. jadi budget untuk makan agak lebih, gak melulu cari warungan yg murah, tapi juga rumah makan terkenal yg harganya udah harga rumah makan “famous”. Budget sewa motor kami ternyata besar juga, apalagi kalau harus deposit ke tempat penyewaan. ini perlu dipersiapkan.
  3. Cari Info Sebanyak-banyaknya.
    Info ternyata kamera di Museum Angkut dikenakan biaya, kalau ternyata naik kereta ekonomi (kalau mau pas berdua) pilih kursi yg D E, kalau ternyata spot snorkling “Japanesewreck Ship” ada di Amed Bali, itu kami dapet semua dari internet. Yes, jadi sebelum berangkat kita harus cari info lengkap baik tentang transportasi (termasuk sewa motor), penginapan, objek wisata dan wisata kuliner yg akan kita pakai atau datangi. jadi begitu sampai lokasi, gak meraba-raba amat gitu. Ohiya, cari tau juga lokasi yg susah sinyal. jadi sebelum masuk ke lokasi, bisa ngabarin orang di rumah terlebih dahulu. atau screen capture peta masuk ke wilayah tersebut, jadi begitu mau kembali keluar, gak pusing cari sinyal buat buka GPS.
  4. Cari Waktu yang Cocok.
    Karena akan ngetrip untuk waktu yg cukup lama, kami cari benar tanggal yg cocok. Cocok untuk jadwal jualan saya dan jadwal kuliah doi yg lagi lanjut sekolah. Kami memutuskan untuk melewati bulan Ramadhan terlebih dahulu, biar jalan-jalan dan kulinerannya gak terbatas puasa dan menghindari lonjakan harga baik di transportasi maupun jajanan (objek wisata di tanggal merah dan kuliner). Kalau pun ketemu tanggal merah, cari objek wisata yg masuknya terjangkau atau gratis di kota itu. jadilah kemarin saya targetkan tgl 17 Agustus harus sudah di Semarang. gak lupa juga pastikan di tanggal kalian berangkat gak ada acara-acara penting baik di kantor atau keluarga (misal: kondangan, lamaran, atau bahkan lahiran temen atau saudara, kayak estimasi saya kemaren).
  5. Prepare the Money. Not have enough yet? Nabung!
    Setelah tanggal ditentukan, kami punya waktu 9 bulan untuk nabung. Karena saya tidak membatasi berapa budget trip, konsekuensinya adalah harus menabung sampai total perkiraan pengeluaran tercapai. Perjuangan sih sebenernya haha, tapi karena tekad dan niat kami buat traveling ala bule gitu besar, saya pun harus tahan belanja di online shop 😀 Masuk bulan Juli terutama menjelang Lebaran, terima orderan kue sebanyak-banyaknya (mhahaha..) Ohya, sudah beberapa tahun ini saya nabung koin 1000 dan 500 sampe 4 celengan dan begitu kemarin gue beresin dan hitung, sampe lebih dari 1 juta lho. lumayan banget kaaan buat bayar transportasi termasuk sewa motor?! jadi buat saya yg ngerasa uang koin itu gak penting, mending kasih saya aja sini #lho? 😕
  6. Beli Tiket Pesawat & Kereta Termasuk Pesan Kamar Hotel dari Jauh Hari
    Sudah banyak yg tau kalau biasanya tiket pesawat lebih jauh dibeli, lebih murah harganya. Masuk 3 bulan menjelang hari H kami mulai cari tiket pesawat pulang dari Bali ke Jakarta (dapet Sriwijaya Air diskon di tiket.com). Lalu kereta dan kamar hotel di kota selain Tegal dan Yogyakarta (karena ada saudara) kita dapet diskon di tiket.com juga (subscribe email biar tau promosi terbaru). lumayan kan? detailnya akan saya post terpisah berdasarkan kotanya ya. Cicil pesan tiket dan kamar hotel juga berguna untuk memecah beban biaya yang dikeluarkan. jadi dalam 2 bulan berikutnya bisa nabung lagi setelah gajian dan beli peralatan yg sekiranya dibutuhkan pas trip. Malah kalau bisa 4 bulan cicil beli-beli, lebih baik lagi ya. Ohya, pesan juga sewa motor 1 bulan sebelum sampai. jarang ada motor yg bisa sewa mendadak, terutama di musim liburan.
  7. Pantau Perkiraan Cuaca
    Cuaca juga jadi faktor penting ketika kita melakukan trip atau traveling. cek bulan dimana hujan belum musimnya. terlepas dari betapa panasnya bumi sekarang, masih lebih mudah deh buat kita jalan-jalan daripada pas lagi hujan. Apalagi kalau objek wisata tujuan kita pantai, kan gak asik mau main air tapi juga diguyur 🙂  gue sendiri menargetkan bulan Agustus sudah paling telat kami berangkat, dengan harapan musim panas lebih panjang.
  8. Check List Perlengkapan Barang
    Barang printilan, terutama. Bawa perlengkapan P3K & obat adalah wajib, minimal obat pusing atau paracetamol, obat luka si Be itu dan minyak kayu putih. bikin daftar barang-barang yg akan dibawa. jangan terlalu bawa banyak baju, karena kita bisa laundry di kota yg akan disinggahi lama. gak menutup kemungkinan kita akan belanja minimal 1 baju kan? 😉 jangan lupa juga alat dokumentasi. kalau bawa kamera, jangan lupa tripod. gak punya tripod, minimal monopod atau gorilla pod ya. kalau di lokasi gak ada yg bisa dimintain tolong jadi tetep bisa foto bareng tanpa selfie. kalau bawa hp canggih, jangan lupa dompet anti air (in case kalo mau dibawa nyemplung atau sekedar melindungi dari cipratan air). Kalau bawa action cam, jangan lupa under water case sama batre cadangan. Saya dan Erfan bawa jas hujan sendiri, kami beli sebelum berangkat, yg hijau bening gede panjang sampe lutut itu lho (kayak buat nonton konser). memang sih, sewa motor juga dapet jas hujan, tapi cuma satu. jaga-jaga kalau bawa tas kamera besar, bisa dimasukin ke jas hujan cadangan sendiri kan?
  9. Siapkan Stamina.
    Banyak jalan, banyak di motor atau mobil, banyak ketemu sinar matahari sampe angin malem dan banyak makan dr santen, sambel sampe minum es di siang bolong. Itu semua bisa bikin badan drop bahkan sebelum trip panjang selesai. Jadi siapin badan kita, sebelum berangkat, saat trip sampai kembali pulang. salah satu caranya adalah selalu sedia air putih di tas, motor, mobil untuk menghindari dehidrasi dan sedikit membantu “pembersihan” tubuh setelah makan dan minum macem-macem.
  10. Tidur Cukup. Yes, Tidur.
    Sempetin buat istirahat deh kalau bisa istirahat. menjelajah kota emang seru, tapi kalau badan dipaksain terus jalan lama-lama bakal capek dan minta break. Saya sendiri selama trip gak pernah sampe penginapan lebih malam dari jam 23.00. Apa? Gak Gaul? Meeen.. gak ada kota yg lebih bikin saya melek lebih subuh dari Jakarta. Kota lain toko mah sudah pada tutup, objek wisata dan kulinernya juga. Kami memilih utk istirahat lebih cepat, tapi bangun jam 06.30 lalu siap-siap jalan dan makan. Badan lebih seger, stamina juga tetep terjaga. Antisipasi juga kan kalau nyasar atau salah belok, jadi waktu gak keburu sore karena waktu terbuang di jalan.

Saya rasa itu ya persiapan yg kami lakukan sebelum pergi kemarin. dua, tiga sampe berkali-kali benerin itinerary dan estimasi biayanya. Cek berulang-ulang buat barangnya. ya begitu terus aja, sampe menjelang hari H malah sibuk sama kue sampe udah gak mikirin besok mau berangkat haha.

Selanjutnya saya akan cerita tentang perjalanan di tiap-tiap kota, termasuk sama kulinernya. Wait for my next post ya! 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s